Pernah merasa sudah memakai foundation dengan coverage tinggi, tetapi bekas jerawat, mata panda, atau kemerahan di wajah masih terlihat? Bisa jadi masalahnya bukan pada foundation yang kamu gunakan, melainkan pada cara menyamarkan warna kulit yang belum tepat. Di sinilah color corrector menjadi salah satu produk makeup yang sangat membantu. Dengan warna yang tepat dan penggunaan yang benar, wajah dapat terlihat lebih merata tanpa harus menumpuk concealer atau foundation terlalu tebal.
Namun, memilih color
corrector sesuai warna kulit tidak cukup hanya dengan mengikuti tren warna
yang sedang populer. Setiap warna corrector memiliki fungsi berbeda untuk
menetralkan warna tertentu pada wajah. Peach, orange, green, yellow, lavender,
hingga pink dapat memberikan hasil yang berbeda tergantung warna kulit dan
masalah yang ingin disamarkan. Karena itu, memahami teori warna sederhana akan
membuat penggunaan color corrector jauh lebih mudah dan hasil makeup terlihat
lebih natural.
Jika sering melihat makeuptutorial dari para beauty guru dan makeup artist ternama,
mungkin Anda pernah lihat ada satu langkah di mana mereka menggunakan concealer
berwarna-warni pada beberapa area wajah. Awalnya sih terlihat sedikit aneh,
tapi hasil akhirnya kok justru bisa membuat wajah jadi flawless, ya?
Ternyata, teknik yang sedang populer karena sering digunakan para makeup
artist ini adalah teknik color correcting. Baca terus ya untuk
tahu lebih lanjut seputar teknik makeup ini!
Apa Itu Color Corrector dan Mengapa Penting dalam Makeup?
Color corrector adalah
produk makeup yang digunakan untuk menetralkan warna tertentu pada kulit
sebelum menggunakan concealer atau foundation. Prinsipnya cukup sederhana.
Warna tertentu digunakan untuk mengimbangi warna lain yang terlihat terlalu
kuat pada wajah sehingga hasil akhir complexion tampak lebih rata.
Berbeda dengan
concealer yang umumnya digunakan untuk menutupi noda, color corrector untuk
wajah bekerja dengan cara mengoreksi warna terlebih dahulu. Misalnya, area
bawah mata yang terlihat kebiruan atau keunguan dapat dibuat lebih netral
menggunakan corrector bernuansa peach atau orange. Setelah itu, concealer
dengan warna yang mendekati kulit dapat diaplikasikan agar hasilnya menyatu.
Baca juga artikel :
- Cara Memilih Shade Foundation yang Tepat Sesuai Warna Kulit agar Tidak Abu-Abu
- Cara Memilih Skincare Sesuai Jenis Kulit agar Wajah Tetap Sehat dan Terawat
Teknik ini sangat
bermanfaat jika kamu memiliki masalah kulit seperti lingkaran hitam, bekas
jerawat kemerahan, noda kecokelatan, atau area wajah yang tampak kusam. Dengan
penggunaan yang tepat, kamu tidak perlu menggunakan lapisan makeup terlalu
banyak hanya untuk mendapatkan complexion yang terlihat lebih bersih.
Hal terpenting adalah
menggunakan corrector secukupnya. Produk ini bukan pengganti foundation dan
bukan pula sesuatu yang harus diaplikasikan tebal di seluruh wajah. Penggunaan
tipis pada area yang membutuhkan koreksi justru biasanya memberikan hasil yang
lebih natural.
Cara Memilih Warna Color Corrector Sesuai Masalah Wajah
Memahami warna color
corrector menjadi langkah pertama sebelum mencoba teknik ini. Setiap warna
memiliki fungsi untuk membantu menetralkan warna kulit yang berbeda. Karena
kondisi wajah setiap orang tidak sama, pemilihan warna sebaiknya disesuaikan
dengan masalah yang ingin dikoreksi.
Color corrector hijau
biasanya digunakan untuk membantu menyamarkan kemerahan. Warna ini dapat
digunakan pada bekas jerawat yang masih merah, kemerahan di sekitar hidung,
atau area wajah yang mengalami redness. Karena hijau berlawanan dengan merah
dalam teori warna, keduanya dapat membantu menciptakan tampilan yang lebih
seimbang.
Untuk lingkaran hitam
di bawah mata, peach sering menjadi pilihan yang cocok, terutama bagi pemilik
kulit light hingga medium. Peach membantu menetralkan rona biru atau keunguan
tanpa membuat area bawah mata terlihat terlalu abu-abu. Sementara itu, pemilik
kulit medium hingga deep dapat mencoba corrector orange untuk membantu
mengoreksi lingkaran hitam yang lebih gelap.
Jika wajah terlihat
kusam atau memiliki rona kekuningan tertentu, lavender dapat membantu
memberikan kesan kulit yang lebih segar. Sementara yellow dapat digunakan untuk
membantu menyamarkan rona keunguan ringan atau memberikan efek wajah yang
tampak lebih cerah.
Pink juga dapat
digunakan untuk memberikan kesan lebih fresh pada area tertentu, terutama pada
kulit yang cenderung sangat terang. Namun, pemilihannya tetap harus
mempertimbangkan warna dasar kulit agar tidak menghasilkan kontras yang
berlebihan.
Karena itu, color
corrector untuk kulit Indonesia sebaiknya tidak dipilih hanya berdasarkan
nama warnanya. Warna kulit orang Indonesia sangat beragam, mulai dari light,
medium, tan, hingga deep dengan undertone warm, cool, maupun neutral. Dua orang
dengan warna kulit yang terlihat hampir sama bisa saja membutuhkan warna
corrector yang berbeda.
Color Corrector Sesuai Warna Kulit: Light, Medium, Tan, hingga Deep
Menentukan color
corrector sesuai warna kulit akan membantu menghasilkan makeup yang lebih
menyatu. Untuk kulit light, peach biasanya lebih aman digunakan dibandingkan
orange yang terlalu intens. Corrector pink atau lavender juga dapat menjadi
pilihan ketika masalah yang ingin dikoreksi tidak terlalu berat.
Pada kulit medium,
peach dan orange dapat digunakan tergantung tingkat kegelapan area yang ingin
disamarkan. Untuk lingkaran hitam yang cukup terlihat, orange biasanya
memberikan koreksi yang lebih kuat. Namun, aplikasikan dengan tipis agar warna
corrector tidak terlihat setelah complexion selesai.
Kulit tan umumnya
membutuhkan warna corrector yang sedikit lebih kuat. Orange atau salmon dapat
membantu menetralkan area gelap, terutama pada bawah mata atau bekas jerawat
yang meninggalkan pigmentasi. Sementara untuk kulit deep, orange-red atau red
corrector terkadang dapat digunakan pada area pigmentasi yang sangat gelap.
Meski demikian, corrector
untuk kulit gelap tidak berarti harus selalu menggunakan warna yang paling
merah atau paling pekat. Intensitas masalah wajah tetap harus menjadi
pertimbangan. Jika pigmentasi hanya ringan, warna yang terlalu kuat justru
dapat membuat proses blending menjadi lebih sulit.
Selain warna kulit,
perhatikan juga undertone. Kulit warm biasanya lebih mudah menyatu dengan
corrector bernuansa peach, salmon, atau orange. Kulit cool dapat membutuhkan
pilihan warna yang berbeda, sedangkan kulit neutral memiliki fleksibilitas
lebih luas.
Cara Menggunakan Color Corrector agar Tidak Cakey
Setelah menentukan color
corrector yang tepat, tahap aplikasi sangat menentukan hasil akhir.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah menggunakan terlalu banyak produk
karena mengira semakin tebal corrector maka semakin baik noda tertutup.
Padahal, lapisan yang terlalu tebal dapat membuat makeup terlihat berat dan
cakey.
Mulailah dengan wajah
yang sudah dibersihkan dan menggunakan skincare yang sesuai. Pastikan produk
skincare sudah meresap sebelum melanjutkan ke makeup. Jika kulit terasa terlalu
licin, tunggu beberapa menit agar permukaan wajah lebih siap menerima complexion.
Gunakan corrector hanya
pada area yang membutuhkan koreksi. Untuk bawah mata, aplikasikan sedikit pada
bagian yang paling gelap, bukan memenuhi seluruh area sampai ke sudut luar
mata. Untuk bekas jerawat, gunakan sedikit produk tepat pada noda tersebut.
Kemudian, blend
menggunakan jari, sponge, atau brush kecil. Jika menggunakan sponge, tekan
secara perlahan dan hindari menggosok produk karena dapat menghilangkan lapisan
corrector yang sudah ditempatkan.
Setelah itu, gunakan
concealer dengan warna yang mendekati kulit. Tujuannya bukan untuk menutupi
corrector dengan lapisan tebal, melainkan membuat warna yang sudah dikoreksi
menjadi lebih menyatu dengan complexion.
Teknik cara memakai
color corrector yang baik sebenarnya berfokus pada prinsip “sedikit tetapi
tepat”. Lebih mudah menambahkan produk daripada memperbaiki makeup yang sudah
terlalu tebal. Jika masih terlihat noda setelah satu lapisan, tambahkan sedikit
produk hanya pada bagian yang membutuhkan.
Untuk mendapatkan hasil
yang lebih natural, foundation dapat diaplikasikan tipis setelah corrector dan
concealer. Jika coverage foundation sudah cukup tinggi, tidak perlu menambahkan
banyak concealer lagi.
Baca juga artikel :
- Jangan Salah Pakai! Ini Alat Makeup Dasar Untuk Pemula dan Fungsi Lengkapnya
- Perbedaan Primer dan Foundation untuk Makeup Awet, Jangan Sampai Salah Pakai!
Kesalahan Menggunakan Color Corrector yang Sering Terjadi
Salah satu kesalahan
yang paling umum adalah memilih warna corrector hanya berdasarkan masalah kulit
tanpa mempertimbangkan warna kulit. Misalnya, seseorang melihat bahwa green
corrector bagus untuk kemerahan, lalu menggunakannya terlalu banyak pada kulit
tanpa memperhatikan intensitas warna. Akibatnya, area tersebut justru terlihat
kehijauan setelah makeup selesai.
Kesalahan berikutnya
adalah menggunakan corrector ke seluruh wajah. Padahal, color correcting
makeup lebih efektif jika digunakan secara lokal pada area yang memang
membutuhkan koreksi. Penggunaan berlebihan justru dapat membuat proses
complexion semakin panjang dan hasilnya kurang natural.
Kesalahan lain adalah
tidak membedakan antara pigmentasi, kemerahan, dan bayangan alami pada wajah.
Tidak semua area gelap harus diberi orange corrector. Pada beberapa kondisi,
concealer biasa sudah cukup untuk memberikan hasil yang diinginkan.
Tekstur kulit juga
perlu diperhatikan. Jika area wajah sedang kering, penggunaan produk yang
terlalu banyak dapat membuat garis halus lebih terlihat. Sebaliknya, jika kulit
sangat berminyak, penggunaan skincare dan base makeup yang terlalu berat dapat
membuat complexion lebih cepat bergeser.
Karena itu, tips
menggunakan color corrector yang paling penting adalah memperhatikan
kebutuhan kulit sendiri. Jangan merasa harus menggunakan semua warna corrector
hanya karena tersedia dalam satu palette. Gunakan warna yang memang dibutuhkan.
Teknik Color Corrector untuk Makeup Natural dan Tahan Lama
Jika tujuanmu adalah
mendapatkan makeup yang terlihat seperti kulit asli tetapi tetap memiliki
coverage yang rapi, gunakan teknik layering tipis. Setelah skincare,
aplikasikan corrector hanya pada area tertentu, kemudian blend hingga batas
warnanya hampir tidak terlihat.
Selanjutnya, gunakan
concealer secara tipis dan tepuk perlahan. Setelah complexion terlihat merata,
aplikasikan foundation dengan coverage yang sesuai kebutuhan. Teknik ini
membuat noda tidak perlu ditutup hanya dengan satu produk dalam jumlah banyak.
Untuk acara
sehari-hari, kamu bahkan bisa melewati foundation dengan coverage tinggi.
Corrector, concealer, dan sedikit complexion base sudah cukup untuk membuat
wajah terlihat lebih segar. Pendekatan seperti ini juga cocok bagi kamu yang
menyukai makeup natural untuk kulit.
Pada makeup untuk acara
khusus, corrector dapat dipadukan dengan foundation dan setting powder agar
hasilnya lebih tahan lama. Namun, jumlah produk tetap harus disesuaikan dengan
kondisi kulit. Makeup yang tahan lama bukan berarti harus menggunakan produk
sebanyak mungkin.
Jika menggunakan
corrector pada bawah mata, hindari mengaplikasikan terlalu dekat dengan garis
bulu mata bagian bawah. Area tersebut memiliki banyak gerakan sehingga produk
berlebihan lebih mudah masuk ke garis halus. Dengan aplikasi tipis dan blending
yang baik, hasil bawah mata akan terlihat lebih halus.
Yang tidak kalah
penting, pilih produk berdasarkan kebutuhan, bukan hanya popularitas. Cara
memilih color corrector yang tepat dimulai dari mengenali masalah wajah,
memahami warna kulit, mengetahui undertone, lalu mencoba produk dalam jumlah
kecil.
Kesimpulan
Menggunakan color
corrector dengan benar sebenarnya tidak serumit yang dibayangkan. Kuncinya
adalah memahami hubungan antara warna corrector dan masalah wajah, kemudian
menyesuaikannya dengan warna serta undertone kulit. Green dapat membantu
mengoreksi kemerahan, peach dan orange sering digunakan untuk area kebiruan
atau gelap, sedangkan lavender dan yellow dapat digunakan untuk kebutuhan
koreksi warna tertentu.
Pemilihan color
corrector sesuai warna kulit juga harus disertai teknik aplikasi yang
tepat. Gunakan produk secukupnya pada area yang membutuhkan, blend perlahan,
lalu lanjutkan dengan concealer atau foundation tipis. Hindari penggunaan
berlebihan karena tujuan utama color correcting adalah menyeimbangkan warna,
bukan membuat lapisan makeup yang tebal.
Pada akhirnya, makeup
yang terlihat mahal dan natural bukan selalu berasal dari produk yang paling
banyak digunakan. Justru teknik yang tepat, pemilihan warna yang sesuai, dan
kemampuan memahami kebutuhan kulit dapat membuat complexion terlihat jauh lebih
rapi. Setelah memahami dasar cara menggunakan color corrector, kamu bisa
mulai bereksperimen dan menemukan kombinasi warna yang paling cocok untuk
wajahmu sendiri.
FAQ
Apakah color corrector harus digunakan sebelum foundation?
Umumnya color corrector
digunakan sebelum foundation agar warna yang sudah dikoreksi dapat ditutupi dan
menyatu dengan complexion. Setelah corrector dibaurkan tipis, kamu dapat
melanjutkan dengan concealer atau foundation sesuai kebutuhan coverage.
Apakah color corrector bisa digunakan tanpa foundation?
Bisa. Untuk makeup
sehari-hari, kamu dapat menggunakan corrector hanya pada area tertentu kemudian
menambahkan concealer yang sesuai dengan warna kulit. Teknik ini cocok jika
ingin mendapatkan hasil makeup natural tanpa menggunakan foundation
terlalu banyak.
Color corrector apa yang cocok untuk mata panda?
Peach sering digunakan
untuk membantu menetralkan rona biru atau keunguan pada kulit light hingga
medium. Untuk kulit medium, tan, hingga deep dengan lingkaran hitam yang lebih
pekat, orange atau warna yang lebih intens dapat menjadi pilihan.
Apakah green corrector cocok untuk semua warna kulit?
Green corrector dapat
digunakan pada berbagai warna kulit untuk membantu mengoreksi kemerahan. Namun,
intensitas penggunaannya harus disesuaikan. Semakin sedikit produk yang
dibutuhkan, semakin tipis pula aplikasinya agar tidak meninggalkan rona hijau
setelah complexion selesai.
Mengapa color corrector saya masih terlihat setelah memakai foundation?
Kemungkinan corrector
digunakan terlalu banyak atau belum dibaurkan dengan baik. Coba gunakan lapisan
yang lebih tipis dan aplikasikan foundation secara perlahan menggunakan teknik
tapping. Warna corrector seharusnya membantu menetralkan masalah, bukan menjadi
warna yang terlihat jelas di permukaan makeup.
Apakah color corrector wajib digunakan dalam makeup?
Tidak. Color corrector untuk wajah hanya diperlukan ketika ada perbedaan warna tertentu yang sulit disamarkan menggunakan concealer atau foundation biasa. Jika kondisi kulit sudah cukup merata, kamu dapat langsung menggunakan complexion sesuai kebutuhan.



0 Komentar